Panduan Peternakan Ayam & Pakan Singkong V5

Panduan Peternakan Ayam & Pakan Singkong — 1 Kolom

Panduan Praktis: Ayam & Pakan Singkong (Satu Kolom)

Ringkasan ide & sub-ide — manajemen kandang, pakan, karantina, perhitungan lahan, pupuk, dan prinsip etis.

1. Filosofi & Prinsip Dasar

  • Sayangi ternak, kelola dengan penuh perhatian
  • "Apa yang diambil dari tanah, kembalikan ke tanah"
  • Penyakit dicegah, bukan diobati (biosecurity ketat)
  • Prinsip keberlanjutan: pakan mandiri, pupuk kembali ke lahan
  • Manajemen berbasis alam (tanpa bergantung listrik di awal)

2. Biosecurity & Karantina

Aturan dasar kesehatan kandang

  • Ayam luar tidak boleh langsung masuk kandang inti
  • Cuci tangan, ganti alas kaki setelah kontak ayam luar
  • Peralatan luar tidak digunakan di kandang tanpa disterilkan

Karantina pejantan/indukan baru

  • Isolasi 2–3 minggu di kandang terpisah
  • Observasi gejala penyakit
  • Dimandikan/semprot antiseptik ringan sebelum digabung

3. Desain Kandang & Alur Produksi

Unit kandang dasar

  • Ukuran 1,5 x 3 m → kapasitas 10 betina + 1 jantan
  • Bahan bambu, sirkulasi udara baik, kering

Ekspansi kandang

  • Bangun 10 kandang tambahan sejak awal (jangan menunggu panen telur)
  • Berfungsi untuk rotasi induk bertelur & pembesaran DOC

Siklus produksi anakan

  1. Induk bertelur → pindah ke kandang lain
  2. DOC dipelihara 2 bulan sampai berbulu
  3. Induk kembali ke kandang pejantan
  4. Anakan dipisah: betina dikumpulkan, jantan digemukkan & dijual

Kandang pembesaran

  • Konstruksi 4 tingkat, tinggi ±2 meter
  • Alas litter (serbuk kayu/sekam)

4. Manajemen Pakan Berbasis Singkong

Formulasi bahan

  • Karbohidrat: singkong manis (rajang/cacah), gaplek dikukus jika keras
  • Protein: daun singkong
  • Kulit singkong: untuk kambing, bukan ayam

Kebutuhan pakan

  • 1 induk + 10 anak ≈ 1 kg singkong/hari
  • 100 induk → ±100 kg/hari

Perhitungan lahan singkong

  • 1 pohon ≈ 5 kg umbi
  • Kebutuhan 100 kg/hari → 20 pohon per hari
  • 20 pohon x 30 hari x 12 bulan = 7200 pohon ≈ 1 Ha lahan
  • Sistem tanam harian berkelanjutan (20 pohon/hari)

5. Integrasi Ternak & Pupuk Organik

Sumber pupuk per hari

  • 10 kambing → 40 kg kotoran + urine/hari
  • 100 ayam → 25 kg kotoran basah/hari
  • Total pupuk organik ≈ 65 kg/hari

Dosis untuk lahan singkong

  • 20 pohon/hari ditanam → 65 kg / 20 ≈ 3 kg pupuk per pohon
  • Alternatif: 2% dari berat basah tanaman + umbi
  • Semakin rutin dipupuk → kesuburan meningkat tiap musim

6. Target Produksi & Simulasi Ekonomi

Produksi telur

  • 1 induk ≈ 10 telur/bulan → 100 induk = 1000 telur/bulan
  • Penetasan 50% survival → 500 DOC hidup/bulan

Simulasi pendapatan

  • 500 ayam x Rp 35.000–40.000 = ± Rp 17.500.000 – 20.000.000 / bulan
  • Belum termasuk hasil penjualan jantan afkir & pupuk

7. Strategi Hidup Mandiri & Off‑Grid

  • Energi awal: tanpa listrik, bisa diganti solar panel sederhana
  • Pemanas brooder jika perlu: gas/solar heater
  • Model pertanian terpadu (ayam–singkong–kambing)
  • Hasil dijual ke kota, kebutuhan dasar ditukar (garam, ikan asin, dll)

8. Manajemen Lahan & Sosial

  • Optimalisasi lahan terlantar untuk ketahanan pangan
  • Kolaborasi desa: peternak, masyarakat, Babinsa, pendamping lapangan
  • Fokus kemandirian pangan berbasis desa
File: Panduan-Peternakan-Ayam-Singkong.html
Mau saya ringkas lagi per topik, tambahkan gambar ilustrasi 16:9, atau ubah warna/tata letak?

Comments

Popular Posts