Pemberian Susu untuk Kambing & Sapi
Pemberian Susu & Dampaknya pada Konsumsi Pakan — Ringkasan Praktis
Tabel di bawah menjelaskan contoh pemberian susu untuk berbagai kelompok ternak (sapi/kambing), pengaruhnya terhadap konsumsi hijauan dan konsentrat, serta catatan praktis. Tabel ini mendukung scroll horizontal & vertikal. Header dan kolom pertama bersifat statis (sticky).
| Kelompok / Kondisi | Tujuan Pemberian | Susu per Hari | Pengaruh ke Konsumsi Hijauan | Pengaruh ke Konsumsi Konsentrat | Catatan Praktis |
|---|---|---|---|---|---|
| Pedet (Newborn <2 minggu) | Gizi utama (pertumbuhan awal) | 8–10% BB / hari Contoh: 40 kg → 3–4 L |
Hijauan hampir belum dimakan; susu menutup kebutuhan energi & protein | Belum membutuhkan; konsentrat starter diperkenalkan sedikit demi sedikit | Fokus colostrum 1–3 hari. Perkenalkan konsentrat sejak minggu ke-2–3. |
| Pedet (2–8 minggu) | Transisi ke pakan padat | 6–8% BB / hari atau berkurang bertahap | Mulai makan hijauan; susu masih kurangi sedikit konsumsi hijauan | Konsumsi konsentrat mulai meningkat jika diberi starter | Berikan susu pagi & sore; dorong konsumsi starter untuk merangsang rumen. |
| Pedet (Sapi Perah) > 8 minggu | Penggemukan & pembentukan rumen | Kurangi sampai 2–3% BB lalu hentikan bertahap | Jika susu dikurangi, konsumsi hijauan meningkat (rumen aktif) | Konsumsi konsentrat naik untuk mengganti energi dari susu | Selesaikan penyapihan bertahap untuk menghindari stres & diare. |
| Anak kambing / Domba | Sumber utama hingga penyapihan | 10–15% BB / hari (menurun seiring umur) | Seiring pengenalan hijauan, konsumsi hijauan meningkat & susu turun | Starter diperlukan agar transisi lebih mulus | Sapih antara 8–12 minggu tergantung kondisi & tujuan pemeliharaan. |
| Sapi Dewasa (sehat, non-laktasi) | Suplemen energi/protein (jarang diberikan) | Opsional; sedikit (mis. 1–3 L) | Sedikit menurunkan nafsu hijauan jika diberi banyak susu | Biasanya tidak berpengaruh signifikan; konsentrat tetap dianjurkan sesuai kebutuhan | Hindari memberi susu dalam jumlah besar; pencernaan ruminansia dewasa lebih cocok pada hijauan & konsentrat. |
| Sapi Perah (laktasi tinggi) | Suplemen energi (khusus kondisi khusus, bukan praktik umum) | Biasanya tidak praktis; fokus pada konsentrat & hijauan berkualitas | Susu sebagai minuman pada sapi lain jarang dipraktekkan; untuk sapi perah, hijauan berkualitas penting | Konsumsi konsentrat lebih menentukan produksi susu, bukan pemberian susu dari sapi lain | Untuk meningkatkan produksi, perbaiki ransum (energi, protein, mineral) bukan memberi susu kepada dewasa lain. |
| Praktik Khusus / Rekondisi | Pemulihan ternak sakit atau ekstensif | Tambahan energi/protein: 1–3 L tergantung kondisi | Dapat mengurangi konsumsi hijauan sementara jika memberi banyak susu | Dapat mengurangi kebutuhan konsentrat bila susu menambah energi | Gunakan sebagai suplemen sementara; pastikan kebersihan susu (risiko patogen). |
Catatan: Angka adalah panduan umum. BB = berat badan. Penyesuaian diperlukan menurut breed, kondisi tubuh, kualitas hijauan, dan tujuan (produksi/pemotongan). Selalu prioritaskan air bersih ad libitum & kebersihan susu jika digunakan untuk minuman.
Comments
Post a Comment