Kupas Tuntas Ternak Kambing sukses

Bayu Diningrat ~ Kupas Tuntas Ternak Kambing Hingga sukses: https://www.youtube.com/watch?v=v_RN0ttl_r8

1 - 100 Hilangkan kata sapaan seperti Bapak Ibu: Menanam labu kuning itu gampang sekali, cukup ditaruh langsung bisa tumbuh dan berbuah sendiri. Labu kuning bisa disimpan lama, bahkan sampai setahun, asalkan dipanen saat sudah tua. Kalau masih ada tanah nganggur, lebih baik ditanami labu kuning, tidak perlu nyangkul semua, cukup dilubangi untuk tempat tanam, nanti rumputnya mati sendiri. Tahu-tahu tanah itu sudah penuh labu. Menanam labu kuning tidak perlu modal besar. Satu pohon saja bisa menghasilkan banyak. Labu kuning bisa hidup di mana saja, bahkan dalam kondisi kritis. labu kuning dijual langsung agak susah, tetapi kalau dijadikan pakan ternak lalu dijual dalam bentuk kambing atau ayam, jauh lebih mudah. Artinya, tidak perlu bermimpi jadi miliarder. Cukup dengan menanam labu kuning pun bisa memberi hasil. Di luar Jawa, sepanjang mata memandang, tanahnya dipenuhi rumput. Bayangkan kalau ditanami labu kuning, hasilnya akan melimpah. Biaya membersihkan lahan juga jadi lebih ringan, karena labu tetap bisa berbuah. Untuk itu perlu koordinasi, komunikasi, dan jaringan kerja sama. Di kota sulit menanam labu kuning atau jagung, tapi pasarnya ada di kota, sedangkan produksinya ada di desa. Jadi saling menutupi dan saling menguatkan. Kalau kambing hanya satu, memang terasa repot memberi makan labu kuning masak setiap hari. Tetapi kalau jumlahnya sudah banyak, itu sudah bisa disebut perusahaan. Dengan cara ini, keuntungan bisa lebih cepat tercapai. Labu kuning berbeda dengan singkong. Labu memang ada kelemahannya, dagingnya agak berlemak. Namun kalau diproses, misalnya dibuat sate, justru terasa enak dan empuk. Di luar negeri seperti Jepang, ada sapi wagyu yang harganya sangat tinggi sehingga banyak tidak mampu membelinya. Tapi dari sini bisa belajar menciptakan sapi atau kambing dengan kualitas terbaik dari Indonesia sendiri. 100 - 199 Kalau orang Jepang punya daging sapi wagyu, orang Jawa punya istilah wagio. Bedanya di mana? Sapi wagyu itu berasal dari jenis sapi khusus bernama “wago”, cirinya berwarna hitam dan tidak punya punuk. Semua sapi yang tidak punya punuk, tenang, dan jalannya santai, pasti dagingnya lebih empuk. Di Indonesia, punya sapi Bali. Daging sapi Bali itu kualitasnya nomor dua di dunia, hanya di bawah wagyu. Nah, kalau ingin daging sapi Bali rasanya seperti wagyu, caranya sederhana: cukup diberi makan labu kuning. Kalau singkong masih harus difermentasi jadi tape, lalu ditambah ragi agar lebih manis, labu kuning tidak perlu. Labu kuning tinggal dimasak, lalu diberikan ke ternak. Kalau labu itu dimasak, rasanya lebih manis dan ternak tumbuhnya lebih cepat. Bahkan air tape pun bisa diminumkan ke sapi supaya tenang, makan-tidur, sehingga dagingnya empuk. Prinsipnya sama juga pada ayam dan bebek. Kalau ingin dagingnya empuk, jangan terlalu banyak bergerak. Diberi makan dengan baik, dijaga supaya tenang, hasilnya pasti lebih lembut. Sayangnya, banyak daging wagyu imitasi di pasaran. Daging biasa disuntik lemak nabati, misalnya dari sawit, lalu dijual seolah wagyu. Itu bukan wagyu, hanya palsu. Tapi kalau kembangkan sapi Bali dengan pakan labu kuning, hasilnya nyata. Labu kuning ini luar biasa manfaatnya. Biji labu yang diblender bahkan bisa jadi pengganti susu untuk kambing kecil. Mudah sekali, tinggal dimasak dulu supaya lebih cepat terserap tubuh. Kalau dikasih kolak labu tanpa gula, ternak cepat gemuk. Ayam pun begitu. Kalau biasanya butuh 4 bulan untuk besar, dengan campuran labu kuning dan azolla yang dimasak, bisa dipercepat jadi 2,5 - 3 bulan. Kalau ayamnya sudah banyak, tentu tidak mungkin lagi memasak dengan tungku kecil. Harus pakai boiler. Dari situ sudah jadi perusahaan. Abunya bisa dipakai sebagai media tanam, sekam dipakai untuk bahan bakar. Semuanya bisa terintegrasi. 200 - 300 Kalau air tape diberikan ke sapi, sebaiknya dicampur air terlebih dahulu dengan perbandingan sekitar 1:5. Namun, pemberian ini jangan dilakukan pada sapi betina, karena bisa membuat gemuk tetapi berisiko tidak bisa beranak. Dalam istilah Jawa disebut majerir, artinya mandul. LAHAN GAMBUT Mengenai lahan gambut, pada dasarnya gambut berasal dari lapukan kayu atau fosil sehingga isinya sebenarnya seperti kompos yang kaya bahan organik. Masalah utama lahan gambut adalah kadar asamnya yang tinggi akibat tergenang air terlalu lama. Untuk membuatnya subur, asam harus diturunkan dengan memberi jalan masuk oksigen, misalnya dengan membuat saluran pembuangan air dan membentuk gundukan tanah agar lebih poros. Banyak orang menyemprot lahan gambut dengan dolomit atau abu, tetapi hasilnya hanya sementara. Cara yang lebih tepat adalah mengeringkan tanah, memberi akses udara, lalu menambahkan pembenah tanah tanpa pupuk tambahan. Dengan begitu, lahan gambut bisa menjadi subur secara alami dan siap ditanami berbagai tanaman. 300 - 398 Kalau air di lahan gambut tidak bisa dibuang, tanahnya bisa ditinggikan agar lebih kering dan subur. Kalau gambut mengandung akar pakis yang keras, itu tidak masalah, karena pakis juga termasuk tumbuhan dan bisa menjadi bahan kompos. Yang penting bukan akar besi, sebab itu berbeda dan bahkan bernilai jual. XXXv Seorang peserta bernama Tarmanto dari Klaten kemudian berbagi pengalaman. Ia bercerita bahwa dirinya sudah mulai beternak kambing dan ayam. Awalnya ia membeli sepasang kambing, jantan dan betina. Beberapa bulan kemudian kambing betina melahirkan seekor anak jantan. Karena anak kambing jantan tersebut mulai ingin kawin dengan induknya, kandang jadi berantakan dan akhirnya ia memutuskan untuk menjualnya. Sekarang ia masih memiliki dua ekor kambing, salah satunya sudah dikawinkan melalui inseminasi buatan, meski belum tahu apakah berhasil. Selain itu, ia juga beternak ayam yang jumlahnya sudah belasan ekor. Namun ia merasa khawatir, karena pernah mendengar bahwa beternak ayam membutuhkan lahan luas untuk menanam jagung sebagai pakan, sementara ia hanya punya lahan terbatas yang ditanami padi dan jagung. 398 - 496 Kalau beli jagung itu cepat habis. Harganya juga cukup mahal, apalagi kalau sudah digiling. Jadi memang terasa berat. Mau tidak mau kalau tidak beli, ya harus menanam sendiri. Tapi menanam itu juga ada masalah, karena sawah tidak bisa ditanami jagung terus-menerus. Pertanyaannya, bagaimana supaya tetap bisa memelihara ayam dan sekaligus menanam jagung? Salah satu caranya adalah dengan menanam sedikit dulu di pinggir rumah atau di sekitar pagar untuk dijadikan bibit. Dari bibit itu nantinya bisa dikembangkan lagi, sebagian ditanam, sebagian bisa diberikan untuk pakan ayam. Kalau ditanam dengan baik, hasilnya bisa banyak. Bibit yang bagus ditanam, sedangkan yang kurang bagus bisa dipakai untuk pakan. Kalau hasilnya cukup, nanti kebutuhan pakan ayam bisa terpenuhi. Dengan begitu jumlah ayam yang dipelihara pun harus menyesuaikan dengan ketersediaan pakan. Kalau pakan terbatas, jumlah ayam juga harus dikurangi atau dijual sebagian. Selain itu, tidak perlu terlalu banyak induk. Cukup sedikit saja sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan anak ayam secara berkelanjutan. Jadi intinya, mengatur jumlah ayam sesuai ketersediaan pakan, menanam jagung secara bertahap, dan memanfaatkan hasil panen dengan baik adalah cara agar usaha tetap bisa berjalan. 497 - 602 Kalau petani tidak terbiasa dengan perhitungan, mungkin sulit untuk memikirkan hal semacam ini. Karena itu saya minta tolong, Bapak Ibu bisa menjadi guru bagi para petani, mengajari cara berpikir yang lebih terarah. Semua ini bukan teori asal-asalan, melainkan perhitungan yang nyata. Saya pelihara ayam secukupnya, karena setiap bulan ayam bertelur dengan jumlah tertentu. Dari telur-telur itu, tidak semuanya bagus. Ada yang bentuknya lonjong, ada yang bulat tidak sempurna, dan ada yang benar-benar bagus. Hanya telur yang bagus saja yang bisa ditetaskan, sedangkan sisanya bisa dimakan atau dijual. Kalau menggunakan mesin tetas, hasilnya bisa lebih cepat, karena tidak perlu menunggu induk mengeram. Tapi kalau tidak ada mesin tetas, maka siklusnya menjadi lebih lama. Setelah anak ayam menetas, induknya perlu dirawat kembali, bahkan dimandikan supaya bersih dan tidak ada kutu. Tempat penetasan juga harus dijaga kebersihannya, misalnya diberi abu atau puntung rokok agar tidak ditempati kutu ayam. Dengan mesin tetas, jumlah induk ayam tidak perlu banyak, cukup seperlunya saja. Setiap bulan bisa menghasilkan anak ayam yang cukup untuk dijual. Tapi ingat, jangan menambah jumlah ayam lebih banyak lagi karena pakannya terbatas. Kalau pakan harus membeli terus, pasti merugi. Memang penghasilan dari ayam kampung tidak terlalu besar, tapi hasilnya tetap ada dan bisa berkelanjutan. Selain itu, kotoran ayam maupun kambing bisa dijadikan pupuk untuk sawah, sehingga tidak perlu lagi membeli pupuk. Dengan cara seperti ini, lahan tetap bisa digarap, ayam tetap dipelihara, dan kebutuhan pupuk pun terpenuhi secara alami. Jadi, kuncinya adalah menyesuaikan jumlah ayam dengan kemampuan menyediakan pakan, semuanya bisa lebih mudah dan hasilnya cukup untuk kebutuhan. ^XXX 603 - 699 Diagnosis medis empedunya bermasalah, kondisi sekarang sakit perut bagian kanan sampai punggung, jantung berdebar, kulit badan kering, telapak kaki dan tangan mengelupas. Tangan dan kaki juga sering tidak ada tenaga? Biasanya paling banyak karena batu empedu, sehingga fungsi empedu berkurang. Untuk mengatasi batu empedu, saran menggunakan produk BSM, dicampur dengan biji anggur atau delima. Nanti diminum setiap hari 2 kali 1 sendok makan, pagi dan sore. Selain itu, hindari lemak. Kalau makan bakso boleh pentolnya saja, kuahnya jangan. Makan rawon boleh dagingnya saja, kuahnya jangan. Lebih bagus juga banyak makan sayur labu. Kalau kasus empedu sudah sampai infeksi atau sakit hebat, bisa konsumsi gadok dengan dosis tertentu. HAMA TIKUSv Mengatasi hama tikus, caranya menggunakan kombinasi sambiloto ditambah gadung. Bisa diproses menjadi nutrisi atau dicampur dengan ZPT, bahkan bisa juga menggunakan air kelapa. Kalau bisa difermentasi dan disemprotkan akan lebih bagus. 700 - 797 Nah, ini nanti tidak disemprotkan seluruhnya. Seandainya ada lahan, cukup bagian pinggir keliling saja supaya tikus tidak berani masuk. Yang kita ciptakan adalah aroma bau ular. Campuran gadung dan sambiloto itu memang tempatnya ular, jadi kalau disemprot kadang ularnya datang, tapi tidak apa-apa karena ular juga takut dengan manusia. Tikus, babi hutan, atau celeng takut dengan bau ular. Di mana ada sambiloto, di situ biasanya tidak ada tikus. Begitu juga dengan gadung. Kalau difermentasi lalu digabung, baunya menjadi khas seperti bau ular. HAMA TIKUS^ Assalamualaikum, Pak. Saya Wito dari Tegal. Saya punya lahan tanah liat bercampur kerikil. Saat ini saya tanam cabai rawit dan kacang panjang. Yang tumbuh malah kacang panjang, sedangkan cabai rawit dan kangkung kerdil, sudah hampir dua bulan tidak besar-besar. Yang mau saya tanyakan, apa solusinya, Pak? Selain itu ada juga pohon sengon dan mahoni yang sudah besar, usianya cukup lama. Pohon-pohon itu membuat lahan jadi terlalu teduh. Kalau ditebang sayang kayunya. Apa solusi terbaiknya, Pak? Jawaban: Sebenarnya mudah. Daun mahoni dan daun sengon sangat bagus untuk pupuk humus. Dulu daun mahoni bahkan diekspor ke Jepang untuk dibuat kompos. Caranya dengan dikumpulkan, lalu ditumpuk di para-para untuk dijadikan kompos. Selain itu, kalau ada jarak tanam, manfaatkan untuk menanam tanaman yang bisa hidup di bawah naungan, seperti kunyit, kapulaga, kencur, dan lengkuas. Kalau tanahnya liat dan berkerikil, tanaman yang paling cocok adalah kacang-kacangan, terutama kacang tanah. Tanaman lain pasti tumbuh kecil dan kerdil. Kacang tanah punya kelebihan: bisa mengambil nitrogen dari udara sekaligus membuat tanah lebih gembur. Kalau ditanami terus menerus, lama-kelamaan tanah akan menjadi subur. Memang butuh kesabaran, karena itu bagian dari perjuangan membuka lahan. 798 - 900 Bisa. Kacang tanah punya limbah berupa batang, daun, dan kulit. Betul ya? Limbah itu paling bagus untuk pakan kambing. Jadi iseng-iseng pelihara kambing, lalu kacangnya dijual dan uangnya diputar terus begitu saja sampai tanah pulih. Kalau kunyit dan temulawak itu tanaman tahunan, jadi bisa dianggap investasi. Ada alumni kita dari Pemalang dan Tegal, yang terkenal sebagai daerah eksportir rempah-rempah. Permintaan dari sana sangat besar. Tolong jangan buru-buru menebang kayu. Belum tentu kita sanggup menanam seperti itu lagi. Potong kayu ketika cukup umur, jangan terlalu besar karena nanti kayunya bolong. Standarnya sudah ada, misalnya untuk sengon atau mahoni ada usia tertentu yang pas untuk ditebang. Saya juga tidak menanami semua tanah dengan hortikultura atau sayur. Ada tanah yang saya wajib hutankan. Saya kasih ilustrasi: tempat saya lahir itu tandus. Dulu, waktu kecil untuk mandi saja harus antre lama di sumur yang airnya sedikit sekali. Pernah saya ikut proyek menanam jati. Ada orang pesan bibit dalam jumlah besar, tapi tidak jadi diambil. Akhirnya bibit itu saya jual murah, lalu sisa uangnya saya pakai untuk mengajak orang yang punya tanah nganggur agar ditanami jati dengan sistem bagi hasil. Waktu itu tanah banyak yang tidak diolah karena tidak ada air dan tanahnya keras seperti batu kapur. Dari situ saya menanami jati, dan saya bahkan sampai lupa. Sekarang pohonnya sudah berumur puluhan tahun dan jumlahnya banyak sekali, seperti punya hutan sendiri. Itu membuat saya bangga. Kalau dulu proyek itu gagal, mungkin saya tidak punya hutan jati sebanyak sekarang. Kayu itu investasi yang sangat berharga. Jadi kalau punya tanah di desa, setiap kali punya anak sebaiknya tanamkan beberapa pohon. Kenapa pohon? Karena anak menikah saat usianya dewasa, dan kayu yang sudah cukup umur bisa dipakai untuk membangun rumah. Beberapa pohon saja sudah cukup untuk kusen, usuk, reng, balok, dan perabotan. Yang paling membahagiakan, kalau rumah dibuat dari kayu sendiri, anak akan bangga mengatakan, “Ini kayu tanaman bapak saya.” Sayangnya, banyak orang sering menunda. Padahal waktu menanam dulu biayanya murah sekali, tapi hasilnya luar biasa untuk masa depan. 900 - 998 Saya ini paling sering beli tanah murah, lalu saya tanami pohon. Setelah itu saya biarkan saja, tidak saya urus terus. Sepuluh tahun kemudian, ketika pohonnya ditebang, hasilnya bisa menutup biaya beli tanah dan masih untung. Karena itu, menanam pohon itu penting sekali, terutama di tanah yang belum bisa kita manfaatkan sekarang. Kalau mau lebih mandiri, sebenarnya di lahan seribu meter saja cukup menanam empat pohon kelapa. Untuk apa empat pohon ini? Dua pohon bisa diambil minyaknya, dua pohon lagi bisa diambil gulanya—gula kelapa. Minyak kelapa sehat, gula kelapa juga sehat. Kalau cara ini kita lakukan, kita tidak perlu lagi impor bahan-bahan itu. Lalu jangan lupa, di sela-sela tanah bisa ditanami kunyit, kencur, lengkuas, dan kapulaga. Kapulaga ini bahkan bisa diekspor. Semua tanaman itu punya nilai ekonomi tinggi. Sedangkan untuk tanaman penutup lahan yang panas, paling bagus ditanami kacang tanah. Daunnya bisa dikumpulkan untuk pakan, dan buah kacangnya gurih. Sekarang ada pertanyaan dari Pak Ronald di Lampung. Beliau punya lahan hampir satu hektar di pinggir laut, dan 97% lahannya terendam air laut. Kalau kondisinya seperti ini, apa bisa dimanfaatkan? Kalau lahan kita sepenuhnya terendam air laut, memang tidak bisa ditanami apa-apa, kecuali rumput laut. Jadi apa yang bisa dilakukan? Pertama, gali lahan itu untuk dibuat kolam, lalu lumpurnya ditimbun untuk dijadikan tanggul. Dari situ justru bisa muncul bisnis luar biasa, yaitu budidaya di air laut. Misalnya, bisa dibuat kolam untuk abalon, kerang besar yang bernilai tinggi. Buat saluran dan pipa agar air laut tetap mengalir. Kedua, bisa dibudidayakan benih ikan, yang terbaik adalah kerapu. Caranya intensif, buat kolam-kolam dan keramba kecil, lalu aksesnya cukup dengan sampan. Kalau ini dilakukan, ikan-ikan liar juga akan ikut berkumpul di sekitar lokasi. Saya sendiri punya tempat seperti ini di salah satu pulau di Maluku Utara. Kami kembangkan benih kerapu di sana, murni dengan air laut. Syaratnya cuma satu: air laut harus ada sirkulasi pasang surut setiap hari. Selain itu, pinggir-pinggir lahan bisa ditanami rumput laut, terutama jenis rumput laut merah yang harganya mahal dan bisa dipakai sebagai bahan obat. 998 - 1099 Yang kedua, rumput laut bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan-ikan kecil, terutama ikan hias. Kalau nanti ada rumah atau tempat tinggal di sana, bisa sekaligus dikembangkan ikan-ikan hias. Yang paling mudah berkembang di perairan seperti ini adalah ikan moli. Ikan moli itu kecil, lucu, dan indah. Ada juga ikan lain seperti ikan limu. Nantinya, tempat ini bisa jadi lokasi wisata sekaligus pusat penjualan ikan hias air laut. Selain itu, rumput laut juga bisa dijual. Kemudian bisa dikembangkan kerang, karena kerang hidup tanpa perlu diberi pakan tambahan. Sumber makanannya berasal dari endapan rumput laut. Hanya perlu tambahan pupuk, yang bisa dibuat dari jeroan ikan dan air kelapa, lalu rutin diberikan ke dalam air laut. Kalau hal ini dijalankan, tempat ini bisa menjadi indah sekaligus lokasi rekreasi. Tambah lagi dengan ikan-ikan kecil untuk anak-anak agar bisa melihat langsung. Air laut di sini jernih dan indah. Selain itu, bisa juga dikembangkan ikan kerapu dengan menggunakan keramba. Untuk pakan sementara, kerapu bisa diberi ikan rucah yang banyak ditemukan gratis di pantai. Bahkan, dengan sedikit kreativitas bisa dibuat penampungan ikan dengan cara sederhana seperti jebakan atau kolam kecil di pesisir yang tergenang saat pasang. Ketika surut, ikan-ikan akan tertinggal dan bisa dipanen. Itu pun bisa menjadi daya tarik rekreasi. Selain keramba, pembenihan ikan kerapu juga bisa dilakukan. Jenis yang bisa dipilih misalnya kerapu tikus atau kerapu macan. Benih bisa didapatkan dari balai benih, misalnya di Sukabumi atau Lampung. Telur kerapu bisa ditetaskan, lalu setelah menjadi larva dimasukkan ke kolam atau jaring keramba. Di Indonesia sudah ada tim khusus yang fokus pada pengembangan perikanan laut dan keramba. Salah satu proyeknya berada di Morotai, sebuah pulau yang sudah dikembangkan dan bahkan pernah dikerjasamakan dengan pihak Jepang. 1100 - 1198 Di antara Morotai dan Papua terdapat jalur penting yang menjadi lintasan berbagai jenis ikan dunia. Beberapa jenis ikan hanya bisa berkembang biak setelah berkeliling dunia. Misalnya tuna, baru bisa kawin setelah menyelesaikan perjalanan keliling dunia. Begitu juga dengan penyu, yang setelah lahir akan tumbuh besar, lalu berkeliling dunia, dan pada akhirnya kembali lagi ke tempat ia menetas untuk bertelur di lokasi yang sama. Fenomena ini luar biasa, bahkan teknologi seperti GPS sekalipun belum mampu menandingi insting alami penyu yang bisa kembali tepat ke tempat kelahirannya. Namun, ada juga kasus menyedihkan, ketika lokasi penyu bertelur berubah menjadi kawasan pemukiman. Penyu yang kembali ke sana terpaksa menggali di sekitar rumah penduduk. Semua ikan besar umumnya berkumpul di lautan tersebut, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat perikanan. Namun, pengembangan perikanan laut memang membutuhkan modal besar dan harus dijalankan secara sabar, dengan pendampingan tim khusus. Selain itu, kawasan ini bisa dijadikan tempat rekreasi yang indah. Bayangkan sebuah lokasi di mana anak-anak bisa membeli ikan hias sekaligus melihat langsung dengan snorkeling ringan, tanpa harus menyelam terlalu dalam. Jika dasar lautnya ditambahkan pasir putih, maka air akan tampak semakin jernih dan menarik sebagai tujuan wisata. Setelah sesi utama, disampaikan bahwa bagi yang belum sempat bertanya akan ada waktu khusus untuk diskusi bergilir. Kemudian seorang peserta bernama Eros Ruswandi dari Tasikmalaya menyampaikan pertanyaan. Ia bercerita memiliki pohon kurma di halaman rumah yang sempat berbunga namun tidak berbuah, sehingga ia ingin tahu penyebab dan solusinya. Ia juga memiliki sebidang tanah kosong di samping rumah, dan berencana memanfaatkannya untuk beternak ayam kampung yang terintegrasi dengan kolam, cacing, pakan, dan sayuran. Menanggapi hal tersebut, disarankan bahwa untuk sistem integrasi dengan kolam, lebih cocok memelihara bebek daripada ayam. Bebek sama-sama memakan biji-bijian, tetapi memiliki kelebihan karena hidupnya memang di air. Kotoran bebek langsung jatuh ke kolam dan dapat dimakan ikan tanpa perlu difermentasi, berbeda dengan kotoran ayam yang kandungan amonianya tinggi dan bisa meracuni ikan. Jadi, bebek adalah pilihan terbaik untuk integrasi dengan kolam ikan. 1198 - 1299 (angka prhitungan tetap ada) Seandainya kita anggap maksimal tiga puluh bebek, maka perhitungannya tiga puluh dibagi sepuluh kali tiga puluh. Lalu sepuluh kali sepuluh untuk cacing, sepuluh kali sepuluh untuk asola, dan ikan sepertiganya. Jadi pembagiannya: asola separuh, cacing separuh, bebek separuh. Namun, ini pun tidak bisa mandiri seratus persen, terutama untuk kebutuhan pakan bebek yang masih kurang. Artinya, tetap perlu tambahan dari luar. Kita bisa menggunakan lemna. Misalnya lemna dan cacing. Jika lemna diproduksi di lahan seluas lima puluh meter persegi, maka setiap delapan meter persegi menghasilkan satu kilo per hari. Berarti dari lima puluh meter persegi bisa menghasilkan sekitar enam kilo per hari. Kalau pakan kita hanya enam kilo lemna ditambah enam kilo dedak, totalnya dua belas kilo. Sedangkan seekor bebek makan sekitar dua ratus gram per hari. Jadi dua belas kilo hanya cukup untuk enam puluh ekor bebek. Jumlah itu masih kurang, karena kalau untuk penggemukan jelas tidak cukup, tapi untuk bebek petelur, enam puluh ekor sudah lumayan. Namun tetap perlu tambahan pakan lain, misalnya jagung. Dengan tambahan itu, dari enam puluh bisa ditingkatkan menjadi maksimal delapan puluh ekor. Untuk lahan, satu meter persegi idealnya dipakai untuk lima ekor bebek. Jadi kalau ada delapan puluh ekor, dibutuhkan enam belas meter persegi. Sisanya bisa digunakan untuk menanam talas. Daun talas bisa diberikan ke bebek, sedangkan umbinya bisa dimanfaatkan juga. Dengan begitu, pakan ikan pun ikut tercukupi. Lemna ini luar biasa. Dari delapan meter persegi bisa menghasilkan satu kilo per hari. Kalau satu hektar, hasilnya bisa mencapai seribu dua ratus lima puluh kilo per hari. Jika dihitung dengan harga seribu rupiah per kilo, maka nilainya murah sekali sebagai pakan. Kalau dalam sebulan, bisa mencapai sekitar satu koma dua juta rupiah, tinggal dikalikan jumlah harinya. Keuntungan menanam lemna adalah tidak perlu bibit, panennya bisa seumur hidup, cukup dengan pemupukan. Karena itu, konsep ini bisa dijadikan peluang masa depan. Di daerah seperti Tasik yang punya air melimpah, lahannya bisa dibagi: di darat untuk ternak, di sawah untuk lemna. Selain itu, untuk ketahanan pangan keluarga, lahan juga bisa ditanami padi. Misalnya dengan ukuran lahan seratus meter persegi. Bahkan untuk percobaan kecil bisa menggunakan satu galon yang ditanami empat biji padi. Kalau dikalkulasikan, kebutuhan beras sebulan sekitar dua puluh lima kilo. Dalam satu siklus panen empat bulan, hasilnya bisa seratus kilo lebih, bahkan hingga seratus lima puluh sampai dua ratus kilo gabah per bulan. 1300 - 1398 Misalnya kita tanam padi empat rumpun. Anggap saja setiap rumpun menghasilkan sepuluh anakan, berarti total ada empat puluh anakan. Satu anakan atau satu malai rata-rata bisa menghasilkan sekitar dua ratus bulir. Jadi totalnya empat puluh kali dua ratus, yaitu delapan ribu bulir padi. Kalau seribu bulir setara dengan dua puluh lima gram, maka delapan ribu bulir menghasilkan sekitar dua ratus gram beras. Dari sini bisa dihitung, kalau kita ingin cukup beras seumur hidup, maka butuh sekitar seribu rumpun padi. Dalam satu meter persegi biasanya bisa ditanam sembilan rumpun. Jadi untuk menanam seribu rumpun dibutuhkan luas kira-kira seratus sepuluh meter persegi. Artinya, dengan lahan seratus meter persegi saja, sebenarnya kita sudah tidak perlu membeli beras lagi. Keuntungannya banyak. Pertama, kalau ditanam dekat rumah, misalnya di halaman belakang atau samping, tikus pun enggan datang karena lokasi terbuka, begitu juga dengan burung. Kedua, tidak ada lagi masalah banjir ataupun kekurangan air, sebab air selalu tersedia. Karena itu, kalau punya lahan kosong di sekitar rumah, meskipun tanahnya sudah dibeton atau dipaving, lebih baik dimanfaatkan untuk menanam padi ketimbang bunga yang tidak bisa dimakan. Dengan sistem ini, bebek cukup dipelihara enam puluh ekor, ikannya tetap ada, dan untuk pakan bebek bisa ditambah dedak sekitar enam kilo per hari. Cacing bisa diberikan ke bebek, dan sebagian lagi turun ke ikan sehingga pakan ikan praktis gratis. Untuk kandang bebek, bisa dibuat di lantai, asal mudah dibersihkan setiap pagi atau sore, cukup sekali sehari. Selain itu, ada contoh lain, yaitu tanaman kurma. Banyak orang mengira kurma itu tanaman padang pasir, padahal sebenarnya kurma tumbuh subur di tempat yang punya sumber air. Jadi kurma justru butuh air yang cukup. Selain air, kurma juga memerlukan mineral tinggi, seperti fosfat dan kapur. Kalau kurma sudah berbunga tapi gagal berbuah, biasanya karena kurang kalsium. Sumber kalsium bisa dari cangkang telur, kulit kerang, atau bahkan kulit bekicot. Kalau tidak ada, bisa juga menggunakan karbit. Karbit memang bisa merangsang bunga, tetapi tidak membantu proses pembuahan. Karena itu yang lebih baik tetap menggunakan sumber kalsium alami. 1398 - 1497 Yang membuat lengket cangkang telur atau kulit kerang. Supaya kulit kerang itu bisa efektif, Bapak Ibu direndam dulu pakai air garam. Begitu. Mudah atau susah? Baik. Mari, Bapak. Iya. Terima kasih. Nama saya Agus dari Mojokerto, Pak. Baik, Mojokerto. Tonggo saya, Pak. Iya. Di tempat saya itu kan lahan pertaniannya padi. Cuma padi saja, Pak. Karena sepanjang padi-padi dan pantun, Pak. Iya. Cuma dua kali, Pak. Karena waktu hujan intensitas tinggi itu mesti banjir. Banjir baik. Dekat Ngoro industri. Iya, siap. Nah, dan ini juga kena dampak terkontaminasi oleh limbah pabrik yang masuk ke lahan pertanian. Betul. Nah, ini mohon pencerahannya bagaimana dari konsep PSM supaya tanaman padi di daerah saya itu bisa sesuai harapan. Sebagai informasi, sering kali setelah tanam umur sekitar 3 minggu padinya terkena asem-aseman. Kalau di tempat saya disebut berambangan, Pak. Nah, itu yang saya tanyakan, bagaimana SOP-nya? Terus yang kedua, musim tanam sekarang ini banyak hama keong mas. Barangkali ini bisa dimanfaatkan untuk nutrisi, bagaimana, Pak? Baik. Ada lagi? Sampun. Baik, Bapak Ibu. Ini pertanyaan menyambung. Kalau lahannya sering banjir, berarti apa yang harus kita lakukan? Dibuat kolam, Pak. Ini sudah sering banjir kok malah dibuat kolam. Satu petak ini sekalian ditanggul, Bapak Ibu. Terus buatkan kolam untuk nyirp airnya. Dibuat kolam, digali untuk tanggul di pinggirnya supaya tanah kita tidak kebanjiran. Terus yang kedua, kolam ini Bapak Ibu isinya ikan. Tadi sudah saya sampaikan, seandainya satu hektar kita tanami asola semua, keluarnya berapa ton tadi? Setiap hari 1 ton. Terus seandainya sebagian tanah kita jadikan kolam, berarti kombinasinya ada kolam, ada bebek. Terus supaya padi kita selamat dari keong mas, Bapak Ibu, bayari orang mencari keong mas itu mahal atau tidak? Mahal, bersih atau tidak? Tidak. Belum tentu. Kenapa masih belum tentu? Karena telurnya masih ada yang kecil, masih ada yang tenggelam di air. Ada Bapak Ibu yang relawan mau membersihkan, namanya bebek. Kapan bebek itu disebar? Ketika usia tanam 14 hari, bebek itu tugasnya ketika 14 hari menyerbu. Satu hektar hanya butuh 40 ekor. Terus yang kedua, kapan berhenti? Usia 45 hari harus masuk kandang. Jangan sampai lebih, nanti tidak berbuah. Terus, Pak, ini diiles-iles sama bebek. Tidak apa-apa. Padi itu semakin diiles-iles, anakannya semakin banyak. Terus yang kedua, yang dimakan bebek kira-kira hanya keong atau tidak? Apa saja yang dimakan? Ulat, belalang, wereng, binatang yang terbang di situ disikat habis sama bebek. Terus ketika usia 45 hari masukkan kandang, dekatkan dengan kolam supaya bisa bekerja sama. Di sini sistem mutualisme akan berjalan. Jadi Bapak tetap panen padi, bisa panen bebek, bisa panen asola, bisa panen ikan. Tolong kalau sudah tahu tanahnya banjir dan irigasi masalahnya sama, banjirnya semua sama. Iya. Diingat banjirnya seberapa tingginya? Seberapa tingginya banjir? Satu meter. Banjir, tapi juga cepat turun. 1498 - 1602 Heeh. Nah, kalau tanah-tanah begitu, Bapak Ibu, petani itu ketika tanam ingin dapat hujan, ternyata tidak turun hujan. Betul kan? Betul. Ketika panen tidak butuh air, justru diberi air akhirnya roboh. Nah, karena itu saya minta tolong buatkan tanggul. Kalau tingginya hanya setengah meter, buat tanggul setengah meter. Terus yang kedua, ingat Bapak Ibu, tanam ikan di sawah itu untungnya besar. Besok-besok kalau Bapak sudah pintar membuat mina padi, selokan dibuat dalam semua, hasilnya akan lebih untung lagi. Tapi tolong ya, jangan sekaligus, bertahap. Mulainya dari mana? Mulai dari yang kecil dulu, seperti yang saya jelaskan kemarin. Setelah bisa yang kecil jangan langsung ke sawah, karena kalau di sawah sudah ratusan meter. Kolam bisa ukuran 1.200 sampai 3.000 meter. Memang enak uangnya kalau kolam 3.000 meter bisa ketemu Rp30.000. Anggap Rp30.000 dibagi tiga ketemu 10 ton. Sepuluh ton Rp300 juta setahun sekali. Enak menghitungnya, tapi mengerjakannya itu mahal, perlu faktor X. Karena itu mulai bertahap dulu. Buktikan dulu, misalnya kasih asola ke bebek, lalu dari bebek ke ikan dengan kolam 300 meter. Itu sudah menyenangkan, Bapak Ibu. Pas kolam hanya 100 meter, buktikan dulu teorinya sampai bisa panen. Karena begini, Bapak Ibu, percayalah ujung terakhir dari pertanian adalah marketing. Betul atau tidak? Betul. Bapak Ibu bisa membuat hasil bagus tapi tidak bisa menjual, ya percuma. Harus bisa membuat bagus, tahu apa yang diproduksi, dan bisa menjualnya. Nah, setelah bisa menjual, Bapak Ibu akan ketemu dengan permintaan pasar. Kalau barangnya bagus, orang akan berkata “ada lagi tidak?”. Nah, ketika sudah ada permintaan pasar, otomatis akan dibuat lebih besar, lebih besar, lebih besar, dan terus berputar. Tiga tahun itu bukan waktu yang lama untuk semua ini. Betul atau tidak kira-kira? Kalau begitu ceritanya, Bapak Ibu, berarti apa yang harus kita lakukan? Ngerem. Ngerem yang kuat supaya tidak tergesa-gesa ingin semua selesai. Santai saja. Kelas saya saja selalu rem pakem, Bapak Ibu. Saya ini rem pakem. Uang ada, semua ada, cuma satu saja yang tidak ada: tenaga. Itu saja. Soalnya saya ini masih dirjen, tahu. Dirjen itu artinya “direktur ijen” alias kerja sendiri, Bapak Ibu. Tapi saya bersyukur di situ. Terus yang kedua, tentang asem-aseman. Tahu kenapa tanah kita jadi asem-aseman? Panennya pakai kombi atau manual? Kalau manual, jerami berarti ditumpuk di sawah. Nah, itu yang menyebabkan asem-aseman. Biasanya kalau panen pakai kombi, jeraminya ditinggal. Kalau panen manual, jerami ditumpuk di pinggir. Kalau ada jerami ditumpuk di sawah, pasti muncul asem-aseman. Kenapa bisa begitu? Konsepnya begini. Sawah Bapak Ibu ada jerami ditumpuk, sementara petani itu kan selalu terburu-buru. Begitu selesai panen, langsung traktor. Betul tidak? Betul. Begitu selesai traktor, tidak tunggu lama langsung ditanami lagi. Kalau seandainya jerami ini di-traktor, setelah ditraktor tunggu 14 hari baru ditanam, itu aman. Karena jerami tadi membusuk, keluar gas, membuat tanaman jadi merah, habis itu ambles, busuk. Supaya tidak terjadi busuk, kita buatkan pembenah tanah. Jadi sebelum Bapak Ibu menanam, setelah ditraktor dan diratakan, tolong semprot dengan pembenah tanah. Itu pun saya minta waktu 5 hari. Tiga sampai lima hari sebelum tanam. Nah, setelah tiga sampai lima hari, biasanya petani berkomentar lagi: “Kalau menunggu lama nanti rumput tumbuh duluan.” Betul atau tidak? Betul. Karena itu supaya rumput tidak tumbuh duluan... 1602 - 1698 Begitu padi berusia 14 hari, rumput masih kecil-kecil. Saat itu sudah bisa dilepaskan bebek untuk menggembala. Bebek akan memakan semua rumput-rumput kecil dengan senang. Rumput biasanya tumbuh dari umur 14 sampai 35 hari. Setelah umur 45 hari, tanaman padi sudah bertemu sehingga rumput tidak tumbuh lagi. Karena itu, tugas bebek selesai pada usia padi 45 hari. Setelah itu bebek ditarik mundur dan fungsinya beralih hanya untuk menghasilkan telur. Ketika panen selesai, bebek dilepaskan kembali ke sawah supaya sisa-sisa binatang atau penyakit dibersihkan dulu. Setelah itu kotoran bebek diratakan dengan traktor, lalu ditanami lagi sambil dilepas bebek. Dengan begitu, tanah semakin lama semakin subur. Ada juga dampak positif dari kawasan industri. Misalnya ada pabrik santan yang menghasilkan banyak limbah produksi, seperti air kelapa dan sabut kelapa. Sabut kelapa bisa dimanfaatkan sebagai media tanam, sedangkan air kelapanya sudah jelas bisa digunakan. Dari Ngoro, yang merupakan kawasan industri, bahkan ada limbah jeroan ikan dari pengolahan ikan. Jika air kelapa dicampur dengan jeroan ikan, hasilnya menjadi nutrisi. Ditambah sabut kelapa yang diolah menjadi kokopit, hasilnya bisa lebih bermanfaat. Sabut direndam dengan air garam, lalu dijadikan pupuk cair dan padat setelah taninnya hilang. Air rendaman itu menjadi KCL cair yang bermanfaat untuk tanaman. Tidak perlu membuat banyak-banyak. Cukup dipraktikkan untuk padi usia 45 hari dan 60 hari dengan cara disemprotkan. Semua bahan itu bisa didapat gratis, asalkan memanfaatkan yang ada di sekitar. Jangan jauh-jauh membeli karena biaya transportnya mahal. Perhatikan potensi di sekitar kita, semua bisa bermanfaat jika dimanfaatkan dengan baik. Seorang peserta kemudian bertanya. Ia memperkenalkan diri sebagai Ujang Sebekti dari Cirebon. Ia menyampaikan kendala dalam beternak ayam, yaitu sumber air yang banyak mengandung kotoran sehingga membuat pertumbuhan ayam terhambat, terutama pada masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya. Ia bertanya bagaimana cara melakukan treatment terhadap air yang tercemar tersebut. Jawabannya, jika ada bakteri E. coli dalam air, itu sangat mengganggu pertumbuhan ayam. 1698 - 1800 E. coli bisa menyebabkan kembung, sakit mata, dan yang paling berbahaya adalah diare. Jika ayam terkena diare, FCR akan membengkak, biaya produksi meningkat. Karena E. coli adalah bakteri, maka penanganannya menggunakan obat antibakteri. Obat antibakteri alami banyak tersedia dari herbal. Kunyit sebenarnya lebih banyak untuk virus, bukan bakteri. Untuk bakteri ada tanaman bangle dan lempuyang. Keduanya banyak tersedia di sekitar kita. Semakin banyak tanamannya, semakin mudah digunakan sebagai obat alami. Namun perlu diperhatikan, jika kunyit dicampurkan ke dalam tandon air, maka semua antibiotik yang diberikan sebelumnya akan habis efeknya. Sedangkan bangle aman digunakan karena tidak merusak antibiotik yang sudah ada. Dosisnya: campuran 20% bangle dan 80% air kelapa, lalu diberikan ke ayam dengan dosis 5 ml per 5 liter air minum. Jika sumber air sumur mengandung banyak bakteri E. coli, bisa juga ditambahkan karbon aktif (arang batok kelapa). Arang batok mampu membunuh semua bakteri, hanya saja membuat rasa air menjadi kurang enak sehingga ayam kadang enggan minum. Karena itu, penggunaan bangle lebih disarankan: ayam lebih lahap makan, metabolisme meningkat, pertumbuhan lebih cepat, dan lebih tahan penyakit. 1799 - 1897 Yang pertama, itu air rebusan. Yang direbus ini apa kira-kira? Tepung, kan? Iya, tepung. Tepung itu apa, Bapak Ibu? Karbohidrat. Berarti air rebusan ini mengandung apa? Karbohidrat. Air rebusan ini sama dengan air leri. Ini bocoran, tapi jangan dilakukan langsung. Kalau Bapak Ibu tidak punya air leri, buat air leri itu gampang. Seribu liter air ditambah dengan dua kilo tepung beras sudah jadi air leri. Tapi jangan lakukan ini ya, itu hanya untuk orang yang terburu-buru. Lebih baik air cucian beras disimpan saja. Kalau tidak bisa begitu, untuk partai besar cukup seribu liter air dengan dua kilo tepung. Terus yang kedua, ini bukan hanya dari tepung beras, tapi juga tepung pati. Itu artinya karbohidrat. Kemudian dicampur dengan daging dan macam-macam bahan lain. Jadi bentuknya bukan lagi tepung murni atau air leri, tapi sudah menjadi kaldu. Berarti banyak isinya, bukan? Kalau isinya banyak, kira-kira bakteri cepat tumbuh atau tidak? Cara mengeceknya, simpan dulu. Kalau sudah keluar jaring-jaring benang-benang, itu berarti kapang. Kapang adalah jamur. Setelah jamur tumbuh, baunya mulai menyengat. Kalau sudah menyengat, artinya kandungan proteinnya tinggi. Sekarang kita hitung. Sehari habis 40 kilo cilok. Dari 4 kilo bisa jadi 500-an cilok. Jadi kalau 40 kilo, kira-kira jadi 5.000 cilok. Kalau satu cilok dijual Rp400, berarti Rp2 juta per hari. Nah, sekarang kita lihat limbah cairnya ada berapa. Kira-kira ada tiga galon atau sekitar 40 liter. Kalau saya buat konsep seperti nutrisi, karena kandungannya tinggi berarti N-nya tinggi. Misalnya dibuat ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). Caranya ditambah rumput atau daun-daun yang mudah tumbuh. Karena ini 40 liter, rumusnya 1:4, jadi butuh 10 kilo daun. Berarti 10 kilo daun ditambah 40 liter cairan, total 50 liter. Hasilnya sudah menjadi ZPT. Harga ZPT di pasaran rata-rata Rp40.000 per liter. Kalau ini 50 liter, bisa dihitung sendiri berapa nilainya. Jadi, praktik ini kalau disimpan bisa bermanfaat, tapi jangan terlalu dipikirkan terus, nanti malah stres. 1898 - 2000 Cara paling gampang untuk menampungnya adalah menggunakan blong-blong biru. Kalau ada rezeki, belilah blong, lalu simpan cairan di situ. Nanti bisa dipraktikkan. Kalau praktik sendiri terasa sulit, lebih baik mulai bermitra. Cara promosi paling mudah begini: katakan ke petani, “Pakai pupuk saya. Kalau tidak berhasil, tidak usah bayar. Kalau berhasil, baru bayar. Kalau pun tidak dibayar, alhamdulillah jadi amal, wong ini limbah saja.” Paham maksudnya? Kalau butuh tambahan bahan 10 kilo, bisa didapat dari pasar dengan mengambil sisa-sisa kubis, daun bawang yang jelek, atau kulit bawang. Itu bagus sekali untuk bahan tambahan. Bisa juga ditanam sendiri, asal syaratnya jangan terkena matahari penuh. Letakkan di pinggir teras, lalu coba sedikit dulu, misalnya beberapa galon. Lama-lama akan terbiasa. Kulit bawang merah dan kulit bawang putih termasuk bahan terbaik. Dengan cara ini yang penting adalah punya sumber dulu. Kalau sudah ada sumber, limbah bisa dimanfaatkan, dan percayalah, limbah seringkali lebih mahal nilainya daripada barang utamanya. Tapi ingat, limbah tidak akan ada kalau tidak ada ciloknya. Jadi proses utama harus tetap jalan. Jangan buat banyak dulu, cukup satu proses. Ingat, prosesnya dioksidasi selama 14 hari seperti tadi. Setelah itu dipraktikkan. Kalau bahannya ada daging, pasti keluar kaldu. Kaldu itu makanan bakteri, tepung juga makanan bakteri. Kalau ditambah dengan zat tumbuh seperti auksin, kandungannya makin tinggi. Jadi sebenarnya yang membuat produk pupuk ini bukan saya, tapi Bapak Ibu sendiri. Nanti Bapak Ibu bisa cerita, “Pak, saya bisa lebih hebat.” Karena bahannya memang lebih hebat. Dengan cara ini, insyaallah menjadi petani bisa bahagia. Perlu diingat juga, yang membuat pabrik pupuk itu bukan saya. Kalau saya yang membuat pabrik pupuk, selesai sudah. Tapi yang membuat pabrik pupuk itu ribuan orang di Indonesia. Mereka sendiri bingung mau menyalahkan siapa. Maka yang saya lakukan adalah menyuruh petani untuk membuatnya sendiri. Itu yang membuat saya selamat sampai hari ini. Oke, bisa diterima ya, Pak? 2001 - 2097 Nah, ini yang susah. Solusinya, permasalahannya bagaimana? Karena otomatis tanaman kita tidak bisa maksimal, tidak bisa tumbuh. Sekian, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ini yang paling menyedihkan, Bapak Ibu. Kena bambu rimbun, bambunya orang. Mau ditebang juga bikin masalah. Kira-kira tanaman apa yang bisa tumbuh di bawah pohon bambu? Kira-kira Bapak Ibu tahu? Nomor satu, gadung. Tumbuh atau tidak, Pak? Tumbuh, Pak. Banyak tumbuh. Alhamdulillah sudah selesai masalahnya, Pak. Buat apa, Pak? Ya, nanti ketika Bapak tergabung di grup, semua orang di grup akan bertanya beli di mana gadungnya. Loh, pasar itu teman-teman kita sendiri, Bapak Ibu. Gadung ini dibutuhkan di mana-mana untuk insektisida. Harganya memang tidak mahal, Pak. Kalau saya beli rata-rata Rp3.000 hingga Rp5.000. Pertanyaannya, satu: gadung itu satu pohon bisa keluar berapa kilo, Pak? Banyak kan, dompol-dompol kan? Terus yang kedua, penyakitnya gadung itu apa, Bapak Ibu? Terus yang ketiga, perlu dipupuk tidak? Tidak. Kenapa tidak perlu dipupuk? Karena tumbuhnya gadung di bawah pohon bambu, tempatnya sudah subur. Daripada kita selalu sakit hati gara-gara bambu tetangga, sekarang kita bisa berbuat berbunga-bunga. Tanam yang banyak di bawah bambu, Pak, biar terlindungi dengan daun bambunya. Betul atau betul? Betul. Terus yang kedua, ada lagi tanaman. Tapi tolong ya, saya menyebut tanaman ini bukan untuk Bapak Ibu langsung cari dan beli di mana. Insektisida terbaik namanya brutoali. Hidupkah di bawah pohon bambu? Hidup. Ada lagi tanaman yang untuk manusia, yang biasa saya pakai untuk mengobati kanker payudara. Namanya suwek. Pernah tahu suwek? Hidup tidak di bawah pohon bambu? Hidup. Bukan porang. Porang itu kita dieksploitasi sama Jepang, dibuat konjaku, dibuat ramen mie. Mikonjak itu sudah mulai penjajahan Jepang. Yang menggalakkan iles-iles, yang menggalakkan porang itu adalah orang Jepang. Pabriknya di Ngoro, ya Pak, di dekat jembatan itu. Tapi maaf, kita masih punya yang namanya suwek. Tahu suwek, Bapak Ibu? Tahu. Iles tidak bisa dimakan, betul ya? Porang juga tidak bisa dimakan. Yang bisa dimakan langsung namanya suwek, ditambah parutan kelapa. Kalau orang Jawa bilang, kenapa dikasih nama suwek, Bapak Ibu? Ini ada legendanya. Soalnya suwek itu singkatan dari “susu yang dimakan lubang, tapi tidak ada putingnya.” Mbahnya bisa bahagia. Karena itu saya orang Jawa asli. Jadi ada satu cerita, entah mitos atau benar. Dulu ada koki kerajaan, Bapak Ibu. Masakannya selalu enak sampai seluruh tamu bingung bagaimana bisa membuat masakan yang begitu enak. Akhirnya diteliti terus menerus. 2098 - 2199 Ternyata setiap masakannya bumbu utamanya adalah air susu. Raja marah, lalu payudaranya dirusak. Namun diberi satu pertanda: muncullah tanaman suwek, dan itu jadi obat yang melegenda. Itu saya baca dari kerepyak, Bapak Ibu. Ini bukan cerita umum. Di zaman kerajaan dulu, saya orang Mojopahit, saya orang Mojokerto, Bapak Ibu. Kenapa saya selalu berkata saya orang Mojopahit? Karena saya tinggal di Mojokerto. Mojopahit hidup bersama dengan Dinasti Ming di Cina pada tahun 1400-an. Sama-sama tahun 1400-an. Sehingga pengobatan kita itu mirip pada zaman itu. Yang hebat, satu: di Cina pengobatannya tercatat. Di Indonesia tidak ada yang dicatat. Paham maksud saya? Pada waktu Dinasti Ming, pengobatan Cina itu tertinggi. Tapi yang heran, di Indonesia tidak ada catatannya. Sriwijaya yang keturunannya ke sana pun tidak keluar Palembang. Seluruh kerajaan Indonesia untuk jamu-jamu herbal tidak ada yang tercatat. Saya baru buka catatan ini, baru empat tahun yang lalu, dari Abdi Dalem Keraton yang memberikan cerita tentang pengobatan herbal Indonesia. Itu pun sangat kecil sekali. Ke mana yang lain? Padahal pengobatan kita dengan Dinasti Ming pada waktu itu setara. Karena itu saya mulai membuka cerita-cerita lama, menggali potensi-potensi lama. Bagaimana negara yang sudah luar biasa tidak punya catatan. Padahal catatannya luar biasa, loh. Bapak Ibu pernah dengar siapa tukang ramal hebat Indonesia itu? Joyoboyo. Joyoboyo itu ditulis tahun berapa? Tapi kenyataannya terjadi, loh, Bapak Ibu. Betul atau tidak? Kenyataannya apa yang dia tulis itu terjadi. Itu yang tanda kutip “mistik”. Betul kan? Yang real-nya kira-kira ada atau tidak? Kira-kira zaman dulu ada pengobatan atau tidak? Pasti ada. Wong Negara Kertagama yang dijadikan untuk membuat undang-undang itu dibuat tahun berapa oleh Mpu Tantular. Saya minta maaf, banyak yang hilang. Nah, saya minta tolong lagi, sekarang tugasnya Bapak Ibu gali yang ada. Saya terima satu ini: suwek untuk obat kanker payudara. Karena apa? Mitosnya dikasih nama “susu yang dimakan lubang tapi tidak ada putingnya.” Mbahnya ini langsung tertawa keras. Pasif income ini untuk mengobati benjolan, Bapak Ibu. Semua benjolan-benjolan kalau boleh, tanamkan ini. Oke, bisa diterima Bapak Ibu? Apalagi yang satu tadi, nih? Oh, cempe. Baik. Nah, Bapak Ibu, minta tolong lagi. Kalau kita pelihara cempe terus lemas, kira-kira penyebabnya apa? Diare. Diare itu penyebabnya bakteri. Bisa dipteri, bisa E. coli, bisa kolera. Nah, tiga ini bisa menyebabkan penyakit. Obatnya sementara satu ya: tolong besok ketika punya kambing, terus daerah bawah anusnya sudah hitam—tahu ya hitam itu? Mencret ada bekasnya, tidak? Pasti. Ayam, kambing, semua ternak kan ada bekasnya. Ketika sudah keluar, duburnya kotor, Bapak Ibu kasih air kelapa. Air kelapa itu untuk menetralkan, sebanyak yang ternak mampu minum, sampai nanti keluar cairan bersih. Kalau kita tidak terlambat memberi air kelapa, tidak ada kambing mati karena kembung. Yang menjadikan ini jadi masalah karena kita terlambat. Kenapa saya lebih senang mulai 1, 2, 3, 4 ekor? Bapak Ibu jelas melihatnya, tahu penanganannya. Kalau lihat kambing yang biasa makan terus mbek-mbek muter bingung, itu berarti masalah sakit kembung. 2199 - 2297 Kalau sudah sakit kembung, minum air kelapa. Kalau tidak ada air kelapa, minta maaf, bisa pakai minyak goreng. Kalau boleh, lebih baik minyak kelapa. Terus yang kedua, supaya perutnya enak diberi apa, Bapak Ibu? Diboboki apa biar hangat? Jahe. Parutkan jahe, diboboki supaya hangat, lalu sambil diurut. Ketika sudah bisa kentut, selesai. Itu saja tujuannya. Kalau di luar negeri, mereka tega menyuntik dengan pipa. Betul atau tidak? Suntik dengan pipa. Tapi itu ada catatannya, karena sudah biasa begitu. Kalau kita salah tusuk, nanti tahu-tahu bukannya hidup malah mati. Yang ketiga, bisa juga dibuat darurat: anusnya ini dicari pelumpung pepaya yang masih muda. Panaskan dulu biar agak lentur. Setelah dipanaskan, masukkan ke dalam duburnya, lalu ditekan pelan-pelan. Jos… kempes. Setengah jam lagi timbul lagi, tekan lagi jos kempes. Seperti itu. Kalau sudah keluar bakterinya, seperti apa bentuknya? Saya minta maaf, siapa pernah sakit perut di sini? Semua, ya? Sakit perut itu ketika mules, Bapak Ibu kepengin ke belakang. Betul? Nanti keluar kotoran. Pertama kadang-kadang belum diare, masih biasa, tapi tetap mules. Mulesnya berhentinya kapan? Setelah kotoran yang diare keluar. Jadi, ketika sakit diare jangan minum obat penghambat supaya keras. Bukan. Bakterinya harus dikeluarkan supaya tidak timbul gas yang membuat sakit di perut. Terus yang kedua, Bapak Ibu ingat tidak baunya orang sakit diare? Warnanya kuning, encer, baunya khas. Betul ya? Bau itu tidak bisa ditulis, tapi semua tahu karena sudah pernah mengalaminya. Begitu sudah diare dan baunya berubah, baru sembuh. Kalau ingin cepat sembuh, sama dengan kambing: minum air kelapa sebanyak-banyaknya. Kalau tidak ada air kelapa, sebenarnya itu sama seperti oralit, isinya elektrolit. Tujuannya untuk bersih-bersih perut. Setelah minum air kelapa yang berisi elektrolit, tidur, bangun bisa sembuh tanpa obat. Yang menjadikan ini jadi wabah adalah karena sudah sakit tapi tidak mau minum. Namanya dehidrasi. Ketika dehidrasi jadinya lemas, kalau dibiarkan bisa meninggal. Kambing juga sama. Nah, kenapa saya lebih senang menangani sejak awal? Karena kalau Bapak Ibu tahu cara mengatasi sampai sembuh, banyak atau sedikit jumlah ternaknya, penyakitnya sama saja. Kalau penanganannya sudah tahu, bisa ngobati, akhirnya tenang. Berarti stok yang paling banyak harus apa? Air kelapa. Nanam boleh, beli juga boleh. Kalau tidak ada air kelapa, gantinya oralit. Selesai. Penyebab kembung juga bisa dari makanan, meski sudah dijaga tetap saja bisa sakit karena bakteri. Maka sanitasi kandang sangat penting. Yang kedua saya butuhkan KUTEJA. Jahe itu obat lambung. Banyak orang pikir jahe hanya untuk penghangat, padahal sebenarnya obat lambung. Terus yang kedua, temulawak. Temulawak itu penambah nafsu makan. 2298 - 2401 Kunyit itu antibiotik spektrum luas. Jadi kalau setiap ternak minimal dikasih KUTEJA pasti sehat. Kalau Bapak Ibu lebih lengkap, KUTEJA bisa ditambah temu hitam, lempuyang, bangle, dan macam-macam lainnya, pasti lebih sakti. Betul atau tidak? Baik, kita lanjut. Ada yang tadi malam belum selesai. Yang belum mana? Tadi malam belum selesai, ada yang kurang satu. Nanti setelah penutupan saya sediakan waktu untuk ngobrol. Tenang saja. Daripada saya minum es terus bunyi es batu, lebih baik kita lanjutkan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih atas waktunya. Yang tadi malam masih belum terjawab, pertama tentang pembuatan kolam. Kolam itu sebenarnya tidak perlu dibuat dari beton atau dipasang terpal. Kalau untuk daerah saya, tanahnya berpasir. Kira-kira bisa atau tidak? Baik. Begini Bapak Ibu, tanah pasir memang airnya pasti habis, betul? Di padang pasir Timur Tengah ada yang namanya oase. Oase itu ada di pasir dan batu. Harusnya air meresap atau tidak? Apa yang menyebabkan air tidak bisa meresap? Lumut. Lumut akan menahan air. Jadi tolong, Pak, kasih lumut. Kemarin ada juga ganggang. Ganggang nanti akan membuat lapisan di situ. Tapi ada syaratnya: kalau air habis, jangan dibersihkan. Kalau dibersihkan, bocor lagi. Jadi biarkan ada endapannya. Orang Jawa menyebutnya wadekan. Isinya lumpur atau sendimen. Itu akan menjadi tempat tumbuh lumut atau ganggang. Kalau tidak bisa, tolong tanami dengan sumpel wuwu (kerokot air). Itu tanaman air yang bisa menutup tanah dan mencegah kebocoran. Jadi tanami di pinggir-pinggir kolam, nanti akan menutup dengan sendirinya. Tanah pasir memang butuh waktu. Kapan waktunya? Sekarang, mumpung musim hujan. Kalau kemarau, tidak mungkin. Airnya tidak akan tumbuh. Jadi segera gali, lalu tanami bagian dalamnya. Nanti air akan tergenang dengan sendirinya. Dua bulan saja sudah jadi. Setelah penuh dengan akar-akar, baru bisa dibersihkan sedikit. Tapi tolong jangan dibersihkan pinggirnya. Yang kedua, soal harga jambu. Harga jambu sering tidak pasti. Betul atau tidak? Kalau sudah tahu tidak pernah pasti, carilah yang pasti. Misalnya harga jambu Rp2.000, petani sudah bahagia. Untung tidak? Pas-pasan. Kalau harganya kurang, tidak apa-apa. Buat komitmen: di bawah harga Rp2.000, jambu diolah jadi pupuk. Itu pupuk terbaik, bisa jadi ZPT (Zat Pengatur Tumbuh). 2402 - 2498: 02:06:51.040 --> 02:06:55.360 JAdi apa? ZPT. Buah diapakan? Simpan saja. Lupakan. Yang diingat, lupakan nanti, jangan sampai di rumah lupakan. Lupakan nanti bahaya. Terus yang kedua, Bapak Ibu, ini tandon. Ini tabungan. Tabungan. Tadi ada Bapak yang ke belakang ya, tanya: berarti kalau jambu paling cocok untuk apa? Untuk jambu bisa nggak jambu dipupukkan ke jambu? Bagus hasilnya. Kalau kubis untuk kubis, sayur untuk sayur. Kembalikan dan minta maaf, ini akan mengubah tanah kita menjadi baik, jambu kita menjadi bersukacita, senang. Terus yang berikutnya lagi, karena ini pohon jambu, integrasinya dengan apa Bapak Ibu? Kambing. Tetap semua tanaman buah yang butuh manis tanah, ternaknya adalah kambing. Ada list ternak lain namanya kelinci. Saya tidak kembangkan, Bapak Ibu, kelinci begini loh. Saya carikan Bapak Ibu yang pasarnya jelas. Kalau kelinci itu banyak orang cerita, “Pak, pasar kelinci itu jelas.” Jelas. Tapi saya belum tahu. Karena kalau saya belum tahu, saya tidak berani. Tetapi kalau Bapak Ibu sudah tahu, punya pasar dan kembangkan, silakan. Kelinci itu paling cepat berkembang, 2 bulan sekali beranak enam. Pelipatgandaannya satu jadi enam. Anggaplah 2,5 bulan atau 2 bulan. Cepat atau tidak cepat? Cepat. Jadi miliarder dari kelinci bisa atau tidak? Bisa. Gampang. Beberapa peserta adalah peternak kelinci. Begitu sudah bisa ngolah pakan singkong ditambah asola, Bapak Ibu, ini harga 2.000 ditambah gratis, pakan harga 1.000 nggak sampai, ya sudah bahagia mereka. Selama ini pakai konsentrat nggak nutut. Nah, dengan cara ini, kencingnya kelinci untuk buah membuat manis buahnya. Kalau dikasih kotorannya juga bagus. Kenapa kok saya katakan bagus? Ternak yang makan kotorannya sendiri, Bapak Ibu, adalah kelinci. Bapak Ibu pernah tahu nggak kelinci makan kotorannya sendiri? Belum pernah, karena belum pernah pelihara. Kelinci itu begini: di kandangnya dia akan buang kotoran di sini, Bapak Ibu. Pertama tetap buang kotorannya. Setelah buang kotoran, dia akan makan lagi kotorannya. Terus buang kotoran kedua di sini, dan ini adalah kotoran yang dibuang. Jadi memamah biaknya kelinci itu dari dalam keluar, dimakan lagi. Itu yang membuat kencingnya kelinci lebih bau. Terus yang kedua, kotorannya lebih bagus dibanding kambing. Kan sama-sama bulat-bulatnya. Kenapa yang lain kok nggak, tapi dua ternak itu bisa bulat-bulat gitu loh? Kok ada cetakannya gitu. Nah, karena itu dia sama-sama K tinggi. Coba bayangkan ya, kita bersyukur jadi bangsa Indonesia ini. Bapak Ibu, saya ngasih ilustrasi ternak yang paling banyak mengandung K, yang ada huruf K-nya di depan, kan enak: kelinci, kambing. Yang ada P-nya ya sapi, loh ada P-nya. Padahal saya minta maaf kok pinter men yang ngasih nama itu. Betul atau tidak Bapak Ibu? Buah, buah yang ada “kan”-nya pasti kaliumnya tinggi. Semangka, salak, nangka. Semua ada “kan”-nya. Sirsak. Ada lagi yang dipakai untuk guyonan tapi tahu “cresen”. Tahu nggak? Cresen loh. K lagi toh, Bapak Ibu. Nah, ada lagi pisang, Pak. Kepok. Kalau yang K-nya tinggi kepok. Kalau nggak ada “kan”-nya ambon, loh nggak ada “kan”-nya. Ambon busuk. Ambon busuk ada sampai diguyonkan, Ambon kuning. Oke, Bapak Ibu, bahagia sekali kita bersama dua hari untuk belajar bersama-sama. Saya minta maaf waktu harus memisahkan kita. Saya sendiri berharap mudah-mudahan semua bisa diterima. 2502 - 2522 selesai

Comments

Popular Posts